Pandangan saya terhadap keadaan lingkungan sekolah sedikit kurang
nyaman. Karena kebersihan sekolah yang tidak bisa dijaga oleh semua siswa-siswi. Walaupun ada tukang bersih, tapi tidak semua harus
dikerjakan olehnya. Siswa-siswi sekolah SMPN 2 Bekasi apabila membuang sampah selalu sembarangan,
padahal sudah ada tempat sampah. Tetapi ada beberapa yang membuang sampah pada tempatnya. Saya sering sekali menjumpai sampah
berserakan dimana-mana. Tetapi tetap saja, siswa-siswi tidak
menyadarinya. Sebaiknya disiapkan tempat sampah setiap kelas, dan kalau bisa setiap
seminggu sekali dilaksanakan bersih-bersih. Agar semua murid dapat
membersihkan kelasnya dengan rutin. Dan semua murid dapat membiasakan
hidup sehat. Dan kalau bisa dipinggiran kelas diberi pot bunga agar pemandangan
sekolah terlihat sejuk, menarik, dan indah. Tempat sampah jangan
diletakkan di dalam kelas, karena dapat merusak pemandangan kelas. Kebersihan sekolah kita harus dijaga dengan sebaik mungkin. Agar sekolah
kita tidak ternasuk sekolah yg paling kotor. Ingat kata peribahasa “Kebersihan adalah Sebagian dari Iman “ dan “ Bersih Pangkal Sehat “.
Anggita Firliana
Selasa, 12 Februari 2013
Cara membuat Blog
Membuat blog itu sebenarnya tidak terlalu susah, yang terpenting kalian
cermat dalam langkah-langkah awalnya. Dan mengenai cara membuat blog
gratisan ada banyak layanan yang menyediakan blog gratis, beberapa diantaranya yang paling sering dipakai adalah :
- Blogger.com
- Wordpress.com
- Blogdetik.com
- Blog-roll.info
- Wordblog.pl
- dan masih banyak lagi.
Namun kali ini saya akan menerangkan bagaimana Cara membuat blog gratis secara cepat dan mudah. yaitu kita memakai layanan Blogspot di blogger.com.
Langkah awal untuk membuat sebuah blog gratis adalah :
1. Kalian diwajibkan memiliki sebuah alamat email, saran saya pakailah layanan gmail dari google. untuk membuat email dari layanan google tersebut anda bisa langsung menuju ke Gmail, untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini.
![]() |
| Klik gambar untuk memperbesar |
2. Langkah selanjutnya isi data data diform yang disediakan, jangan lupa paling bawah klik Saya menyetujui persyaratan layanan dan kebijakan privacy google, setelah itu klik Langkah berikutnya.
![]() |
| Klik gambar untuk memperbesar |
3. Selanjutnya, klik kirim kode Verifikasi.
![]() |
| Klik gambar untuk memperbesar |
4. Sekarang cek ponsel anda, jika belum ada kode verifikasi dari google bisa dicoba lagi beberapa menit kemudian, gambar dibawah menggunakan modem, jadi kode verifikasinya langsung bisa di lihat dilayar laptop.
![]() |
| Klik gambar untuk memperbesar |
5. Masukan kode verifikasinya seperti dibawah ini.
![]() |
| Klik gambar untuk memperbesar |
6. Selamat datang di akun Gmail anda, lalu klik Lanjutkan ke Gmail.
![]() |
| Klik gambar untuk memperbesar |
![]() |
| Klik gambar untuk memperbesar |
7. Sampai disini proses pembuatan akun Gmail sudah berhasil, sekarang ketahap selanjutnya, yaitu proses pembuatan blog. Langsung tekan (ctrl + T) buka blogger.com. Tinggal isi email dan sandi yang sama seperti di akun Gmail tadi. Lalu klik Masuk.
![]() |
| Klik gambar untuk memperbesar |
8. Selanjutnya pilih Opsi profil blogger sobat, jika hanya membuat blogger sebaiknya klik yg sebelah kanan. lalu klik lanjutkan ke blogger.
![]() |
| Klik gambar untuk memperbesar |
![]() |
| Klik gambar untuk memperbesar |
9. Sampai tahap ini kalian sudah sukses membuat akun blog, tahap selanjutnya silahkan lihat gambar dibawah ini untuk jelasnya. perhatikan baik baik tahap 1, 2, dan 3. sebelum ada tulisan This blog address is available berarti nama blog yang ingin sobat buat sudah ada yang memiliki, silahkan ganti dengan nama lain, atau untuk mudahnya bisa tambahkan angka dibelakang alamat blognya, lihat contoh yang saya lingkari pada nomer 2 dibawah. Setelah itu klik create blog.
![]() |
| Klik gambar untuk memperbesar |
10. Sekarang blog kalian sudah jadi, lihat keterangan dibawah ini, angka 1 adalah Judul blog yang sobat ciptakan pada tahap sebelumnya, lalu angka 2 adalah start posting. alias untuk memulai membuat artikel.
![]() |
| Klik gambar untuk memperbesar |
11. Setelah klik start posting, sekarang saatnya membuat sebuah artikel. Perhatikan baik baik langkah langkahnya dalam membuat sebuah artikel. Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini.
Langkah-langkah cara membuat artikel di blog :
Angka 1 : Merupakan judul artikel yang nanti akan diterbitkan, boleh apa saja. Silahkan berekspresi melalui artikel kalian.
Angka 2 : Merupakan isi dari artikel, silahkan mengarang bebas, mau curhat, kasih tips, trik, info, atau apa saja yang kalian ketahui.
Angka 3 : Merupakan Label, silahkan isi apa saja. Contohnya seperti ini, misalnya judul artikel yang kalian buat adalah Tips melangsingkan tubuh, nah label tersebut bisa di isi dengan Tips sehat, atau yang lainnya.
Angka 4 : Nah tahap ini adalah melihat dulu artikel sebelum diterbitkan, jika ada yang salah bisa dibenarkan dulu sebelum artikel diterbitkan.
Angka 5 : Jika pada tahap 4 sudah yakin, sekarang tinggal klik Publish (Terbitkan).
![]() |
| Klik gambar untuk memperbesar |
12. Gambar dibawah ini merupakan contoh artikel yang sudah berhasil
diterbitkan. dan untuk melihat artikelnya silahkan klik tombol view.
![]() |
| Klik gambar untuk memperbesar |
![]() |
| Klik gambar untuk memperbesar |
Senin, 11 Februari 2013
Cerpen Sahabat Sejati
Betapa enak menjadi orang kaya. Semua serba ada. Segala keinginan
terpenuhi. Karena semua tersedia. Seperti Iwan. Ia anak konglomerat.
Berangkat dan pulang sekolah selalu diantar mobil mewah dengan supir
pribadi. Meskipun demikian ia tidaklah sombong. Juga sikap orang tuanya. Mereka
sangat ramah. Mereka tidak pilih-pilih dalam soal bergaul. Seperti pada
kawan kawan Iwan yang datang ke rumahnya. Mereka menyambut seolah
keluarga. Sehingga kawan-kawan banyak yang betah kalau main di rumah
Iwan. Iwan sebenarnya mempunyai sahabat setia. Namanya Momon. Rumahnya masih
satu kelurahan dengan rumah Iwan. Hanya beda RT. Namun, sudah hampir dua
minggu Momon tidak main ke rumah Iwan.
“Ke mana, ya, Ma, Momon. Lama tidak muncul. Biasanya tiap hari ia tidak pernah absen. Selalu datang.”
“Mungkin sakit!” jawab Mama.
“Ih, iya, siapa tahu, ya, Ma? Kalau begitu nanti sore aku ingin menengoknya!” katanya bersemangat.
Sudah tiga kali pintu rumah Momon diketuk Iwan. Tapi lama tak ada yang membuka. Kemudian Iwan menanyakan ke tetangga sebelah rumah Momon. Ia mendapat keterangan bahwa momon sudah dua minggu ikut orang tuanya pulang ke desa. Menurut kabar, bapak Momon di-PHK dari pekerjaannya. Rencananya mereka akan menjadi petani saja. Meskipun akhirnya mengorbankan kepentingan Momon. Terpaksa Momon tidak bisa melanjutkan sekolah lagi.
“Oh, kasihan Momon,” ucapnya dalam hati.
Di rumah Iwan tampak melamun. Ia memikirkan nasib sahabatnya itu. Setiap pulang sekolah ia selalu murung.
“Ada apa, Wan? Kamu seperti tampak lesu. Tidak seperti biasa. Kalau pulang sekolah selalu tegar dan ceria!” Papa menegur.
“Momon, Pa.” Jawab Iwan.
“Memangnya kenapa dengan sahabatmu itu. Sakitkah ia?” Iwan menggeleng.
“Lantas!” Papa penasaran ingin tahu.
“Momon sekarang sudah pindah rumah. Kata tetangganya ia ikut orang tuanya pulang ke desa. Kabarnya bapaknya di-PHK. Mereka katanya ingin menjadi petani saja”.
Papa menatap wajah Iwan tampak tertegun seperti kurang percaya dengan omongan Iwan.
“Kalau Papa tidak percaya, Tanya, deh, ke Pak RT atau ke tetangga sebelah!” ujarnya.
“Lalu apa rencana kamu?”
“Aku harap Papa bisa menolong Momon!”
“Maksudmu?”
“Aku ingin Momon bisa berkumpul kembali dengan aku!” Iwan memohon dengan agak mendesak.
“Baiklah kalau begitu. Tapi, kamu harus mencari alamat Momon di desa itu!” kata Papa.
Dua hari kemudian Iwan baru berhasil memperoleh alamat rumah Momon di desa. Ia merasa senang. Ini karena berkat pertolongan pemilik rumah yang pernah dikontrak keluarga Momon. Kemudian Iwan bersama Papa datang ke rumah Momon di wilayah Kadipaten. Namun lokasi rumahnya masih masuk ke dalam. Bisa di tempuh dengan jalan kaki dua kilometer. Kedatangan kami disambut orang tua Momon dan Momon sendiri. Betapa gembira hati Momon ketika bertemu dengan Iwan. Mereka berpelukan cukup lama untuk melepas rasa rindu. Semula Momon agak kaget dengan kedatangan Iwan secara mendadak. Soalnya ia tidak memberi tahu lebih dulu kalau Iwan ingin berkunjung ke rumah Momon di desa.
“Sorry, ya, Wan. Aku tak sempat memberi tahu kamu!”
“Ah, tidak apa-apa. Yang penting aku merasa gembira. Karena kita bisa berjumpa kembali!”
Setelah omong-omong cukup lama, Papa menjelaskan tujuan kedatangannya kepada orang tua Momon. Ternyata orang tua Momon tidak keberatan, dan menyerahkan segala keputusan kepada Momon sendiri.
“Begini, Mon, kedatangan kami kemari, ingin mengajak kamu agar mau ikut kami ke Bandung. Kami menganggap kamu itu sudah seperti keluarga kami sendiri. Gimana Mon, apakah kamu mau?” Tanya Papa.
“Soal sekolah kamu,” lanjut Papa, “kamu tak usah khawatir. Segala biaya pendidikan kamu saya yang akan menanggung.”
“Baiklah kalau memang Bapak dan Iwan menghendaki demikian, saya bersedia. Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kebaikan Bapak yang mau membantu saya.”
Kemudian Iwan bangkit dari tempat duduk lalu mendekat memeluk Momon. Tampak mata Iwan berkaca-kaca. Karena merasa bahagia. Akhirnya mereka dapat berkumpul kembali. Ternyata mereka adalah sahabat sejati yang tak terpisahkan. Kini Momon tinggal di rumah Iwan. Sementara orang tuanya tetap di desa. Selain mengerjakan sawah, mereka juga merawat nenek Momon yang sudah tua.
“Ke mana, ya, Ma, Momon. Lama tidak muncul. Biasanya tiap hari ia tidak pernah absen. Selalu datang.”
“Mungkin sakit!” jawab Mama.
“Ih, iya, siapa tahu, ya, Ma? Kalau begitu nanti sore aku ingin menengoknya!” katanya bersemangat.
Sudah tiga kali pintu rumah Momon diketuk Iwan. Tapi lama tak ada yang membuka. Kemudian Iwan menanyakan ke tetangga sebelah rumah Momon. Ia mendapat keterangan bahwa momon sudah dua minggu ikut orang tuanya pulang ke desa. Menurut kabar, bapak Momon di-PHK dari pekerjaannya. Rencananya mereka akan menjadi petani saja. Meskipun akhirnya mengorbankan kepentingan Momon. Terpaksa Momon tidak bisa melanjutkan sekolah lagi.
“Oh, kasihan Momon,” ucapnya dalam hati.
Di rumah Iwan tampak melamun. Ia memikirkan nasib sahabatnya itu. Setiap pulang sekolah ia selalu murung.
“Ada apa, Wan? Kamu seperti tampak lesu. Tidak seperti biasa. Kalau pulang sekolah selalu tegar dan ceria!” Papa menegur.
“Momon, Pa.” Jawab Iwan.
“Memangnya kenapa dengan sahabatmu itu. Sakitkah ia?” Iwan menggeleng.
“Lantas!” Papa penasaran ingin tahu.
“Momon sekarang sudah pindah rumah. Kata tetangganya ia ikut orang tuanya pulang ke desa. Kabarnya bapaknya di-PHK. Mereka katanya ingin menjadi petani saja”.
Papa menatap wajah Iwan tampak tertegun seperti kurang percaya dengan omongan Iwan.
“Kalau Papa tidak percaya, Tanya, deh, ke Pak RT atau ke tetangga sebelah!” ujarnya.
“Lalu apa rencana kamu?”
“Aku harap Papa bisa menolong Momon!”
“Maksudmu?”
“Aku ingin Momon bisa berkumpul kembali dengan aku!” Iwan memohon dengan agak mendesak.
“Baiklah kalau begitu. Tapi, kamu harus mencari alamat Momon di desa itu!” kata Papa.
Dua hari kemudian Iwan baru berhasil memperoleh alamat rumah Momon di desa. Ia merasa senang. Ini karena berkat pertolongan pemilik rumah yang pernah dikontrak keluarga Momon. Kemudian Iwan bersama Papa datang ke rumah Momon di wilayah Kadipaten. Namun lokasi rumahnya masih masuk ke dalam. Bisa di tempuh dengan jalan kaki dua kilometer. Kedatangan kami disambut orang tua Momon dan Momon sendiri. Betapa gembira hati Momon ketika bertemu dengan Iwan. Mereka berpelukan cukup lama untuk melepas rasa rindu. Semula Momon agak kaget dengan kedatangan Iwan secara mendadak. Soalnya ia tidak memberi tahu lebih dulu kalau Iwan ingin berkunjung ke rumah Momon di desa.
“Sorry, ya, Wan. Aku tak sempat memberi tahu kamu!”
“Ah, tidak apa-apa. Yang penting aku merasa gembira. Karena kita bisa berjumpa kembali!”
Setelah omong-omong cukup lama, Papa menjelaskan tujuan kedatangannya kepada orang tua Momon. Ternyata orang tua Momon tidak keberatan, dan menyerahkan segala keputusan kepada Momon sendiri.
“Begini, Mon, kedatangan kami kemari, ingin mengajak kamu agar mau ikut kami ke Bandung. Kami menganggap kamu itu sudah seperti keluarga kami sendiri. Gimana Mon, apakah kamu mau?” Tanya Papa.
“Soal sekolah kamu,” lanjut Papa, “kamu tak usah khawatir. Segala biaya pendidikan kamu saya yang akan menanggung.”
“Baiklah kalau memang Bapak dan Iwan menghendaki demikian, saya bersedia. Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kebaikan Bapak yang mau membantu saya.”
Kemudian Iwan bangkit dari tempat duduk lalu mendekat memeluk Momon. Tampak mata Iwan berkaca-kaca. Karena merasa bahagia. Akhirnya mereka dapat berkumpul kembali. Ternyata mereka adalah sahabat sejati yang tak terpisahkan. Kini Momon tinggal di rumah Iwan. Sementara orang tuanya tetap di desa. Selain mengerjakan sawah, mereka juga merawat nenek Momon yang sudah tua.
Puisi Ibu
By: Ade Yulianti
Ibu
Aku begitu mencintaimu
Kau begitu indah
Dan sempurna di mataku
Pengorbananmu begitu tulus
Pengorbananmu begitu tulus
Hingga aku sulit untuk membalasnya
Doaku selalu ku panjatkan untukmu
Kasih sayangmu begitu besar
Pelukkan mu begitu hangat
Doaku selalu ku panjatkan untukmu
Kasih sayangmu begitu besar
Pelukkan mu begitu hangat
Hingga aku selalu terjaga dalam tidurku
Ibu.. aku rindu kepadamu
Aku rindu saat kau membuaiku dengan kasih sayang
Ya Allah jagalah ibu ku di sisimu
Dan biarlah ia merasakan surga mu
Ibu.. apakah engkau mendengar jeritan ini
Jeritan anakmu yang merindukan mu
Ibu.. berikan ketegaran untuk anak mu ini
Agar anakmu bisa terus tersenyum
Ibu.. apakah engkau mendengar jeritan ini
Jeritan anakmu yang merindukan mu
Ibu.. berikan ketegaran untuk anak mu ini
Agar anakmu bisa terus tersenyum
Seperti senyuman mu yang tulus
Kata Mutiara
1. "Orang bijak menghindari masalah, orang pintar menyelesaikan masalah."
3. "Orang sukses adalah orang yang tidak pernah berhenti mencoba walau telah melalui seribu kegagalan."
4. "Keyakinan adalah kunci yang menjadi faktor utama dalam sebuah keberhasilan."
5. "Orang yang berpendidikan mampu dikalahkan oleh orang yang berpengalaman."
Jumat, 23 November 2012
Biografi Raisa Andriana
Raisa Andriana (lahir di Indonesia, 6 Juni 1990; umur 22 tahun) adalah seorang penyanyi Indonesia. Ia mulai dikenal setelah membawakan lagu berjudul Serba Salah. Sebelum bernyanyi solo, Raisa merupakan vokalis band bentukan Kevin Aprilio bernama Andante.

Selasa, 13 November 2012
Langganan:
Komentar (Atom)














